komunitas blogger, bubarkan saja!
Yang namanya komunitas, entah itu bernama organisasi, perkumpulan, forum ato genk, intinya sama aja, sekumpulan orang yang mempunyai minat/usaha/aliran/visi yang sama. Bahkan genk motor yang banyak dibubarkan oleh polisi karena dianggap merisaukan masyarakat pun saya yakin pada awal didirikannya mempunyai niat yang positif.
Identitas! Ya, ketika kita semua sudah memasuki jaman komunikasi via internet yang tak terbatas dan universal ini. Mungkin itulah kata kunci dan alasan yang pas untuk menjawab kenapa komunitas membanjir seperti tidak mau kalah dengan bengawan solo. Kita berlomba-lomba berkumpul dengan temen yang sama dan berusaha mencitrakan diri berasal dari mana, peduli dengan ini-itu, hobi ini-itu atau bahkan expert di suatu bidang tertentu.
Dulu (sekitar 2 tahun ke belakang) ketika pertama kali saya mengenal peyek dan iseng-iseng ngomongin tentang komunitas blogger gresik, memang sudah ada beberapa komunitas blogger di kota lain meskipun jumlahnya belum banyak. Tapi sekarang? weleh-weleh..luar biasa sekali, hampir tiap kota berebut mendirikan komunitas bloggernya masing-masing. Sampai-sampai bahkan dalam Pesta Blogger pun ada sejenis penghargaan untuk komunitas blogger terbaik! (duhh..saking ndesonya sampai saya ga tau emang kriteria penilainnya apaan ya?) Wahh pokoknya hebring deh..
Saya mungkin termasuk golongan kecil blogger yang sangat jarang mendatangi acara kopdar, pesta blogger atau apapun namanya. Bukan karena saya anti social yang ga suka ngumpul dengan orang lain, tapi saya suka minder sebagai wong kere dan ndeso yang baru kenal internet dan fakir miskin dalam urusan bandwith yang juga suka terbengong-bengong mendengar istilah yang rada aneh. Sekali duakali saya pernah mendatangi acara kumpul-kumpul itu. Mungkin secara umum kita ngelihat asik dan rame ngumpul bareng temen-temen dari komunitas-komunitas yang laen, saling bertukar informasi dan lainnya, guyup lah kalo kata orang jawa. Cuma kok saya ngerasa ada aura negatif di sana. “Adanya persaingan itu wajar” kata seoran temen, “Justru dengan begitu kita saling terpacu untuk maju” katanya melanjutkan, “Argh..opo iyo?!” tanya saya dalam hati. Kalo persaingan itu memacu untuk maju, emang sih tidak peraturan untuk tidak saling menjatuhkan, tapi ya mbok yao sebagai manusia yang berbudaya dan mempunyai norma-norma mestinya kita juga saling menghargai sesama. Tidak manis di depan tapi pait di belakang, kalo ga suka ngomong dong! kan bisa dibicarakan bersama untuk cari jalan tengahnya! Loh kok jadi emosi? Sori ini bukan emosional tapi hanya sekedar mengingatkan diri saya sendiri juga secuil harapan untuk komunitas blogger kota yang saya tinggalkan lebih dari separuh umur ini. Semoga tidak terjebak dalam permainan dan intrik-intrik persaingan yang tidak sehat.
Tapi kalo toh ternyata kita semua udah ga sanggup menjaga jalannya komunitas itu dan daripada nabrak-nabrak ga karuan yang malah merisaukan pihak-pihak lain, mending bubarkan saja komunitasnya! Apa bedanya dengan genk-genk motor liar di jalanan?!
Eh tapi saya juga sering terhibur kalo pas abis kopdar-kopdar gitu. Kok ya kepikiran bikin istilah-istilah bapak blogger lah, blogger selebritis lah, living legend lah.. aya-aya wae eta barudak hehehe…
belajar bikin kita (terasa) tambah bodoh
Mungkin sudah sangat sering, bahkan dari kecil kita sudah dicekokin kalimat keramat oleh orang tua kita :
Belajar yang rajin biar tambah/jadi orang pintar
Waahh…tapi nih, tapi ya, yang aku rasain selama ini justru sebaliknya. Maaf bukan mau melawan nasehat orang tua atau para bapak dan ibu guru, aku ngerasa semakin belajar kok semakin terasa betapa bodohnya kita. Yang tadinya kita udah merasa paling (atau minimal sudah) menguasai suatu hal tertentu tiba-tiba begitu kita keluar mengenal dunia, terutama semenjak era informasi (internet) walaahhh ternyata baru sadar bahwa apa yang kita kuasai itu belum seberapa, katak dalam tempurung kalo kata peribahasa sih, jago kandang kalo kata suporter. Semua tiba-tiba menjadi terang (atau malah sebaliknya jadi gelap), ternyata di atas langit masih ada langit dan masih ada lagi langit di atasnya, wuahahaha…
Entah apa yang akan terjadi, yang jelas secara umum ada muncul dua perasaan dalam diri kita. Pertama, kita justru akan jadi semakin terpacu untuk belajar dan mengejar ketertinggalan kita dari orang lain. Atau justru yang kedua, menimbulkan rasa frustasi karena ternyata apa yang kita pelajari selama ini ga ada apa-apanya wadduuhhh…
Ternyata benar kata tetanggaku yang mantan kepala sekolah sd inpres itu, “Orang kalo benar-benar belajar, maka dia seperti orang yang minum air laut yang (karena asin) malah akan bikin semakin haus dan minum lagi, minum lagi dan seterusnya”. Atau seperti kata tetanggaku yang lain, seorang sarjana yang jadi nelayan “Ilmu/pengetahuan itu bagaikan kita memandang panorama lautan luas, tanpa batas”.
Duhh ternyata ga mudah juga ya belajar itu, “Setiap tarikan nafas adalah pembelajaran” teringat kata-kata seorang seniman edan yang pernah aku kenal di bandung. Waahhh…duuhh… doakan saja semoga aku (juga kita semua) bisa mengambil pelajaran dan hikmah dari setiap kejadian, belajar kan ga cuma di kelas bung!!
memilih dengan hati
“ahh sok tau loe!!”
“dalam hati orang mana kita tau dul..!!” kata seorang temen setelah melihat banner ini,
waahhh…bener juga sih kata temen ini, kata pepatah dalamnya lautan bisa diukur tapi dalamnya hati siapa yang tahu itu juga betul.
“tapi kan hati seseorang ga pernah bohong” kilahku coba membantah
“kebohongan terjadi akibat keinginan untuk mencapai suatu tujuan yang -mungkin- tidak dapat kita raih sehingga kita menggunakan segala cara untuk mencapainya” kataku sok bijak
“dan kita juga mengabaikan kata hati kala berbohong” kataku lebih lanjut
“waduhh…bakal rame nih, tapi kan pilihan hati kita belum tentu menang dalam pemilu” seorang temen yang baru datang menyela
“lah kita kan ngomongin prosesnya, bukan hasil akhirnya!!” protesku
“kalo pilihan kita menang yaaa..syukur deh, berarti banyak orang yang sehati dengan kita”
“tapi kalo pilihan kita kalah berarti kita harus dapat lapang dada, legowo, menerima yang menang, menghargai pilihan orang banyak” kataku sok panjang lebar
“trus gimana dengan golput??”
“lagian kalo tiap orang memilih pake hati, buat apa pake kampanye segala, ngobral janji, belum lagi serangan fajar, kan habisin dana yang ga sedikit tuh..!!” temen yang pertama penasaran
“golput juga pilihan, kalo misalnya emang ga ada pilihan yang cocok dengan hati kita..??”
“sedangkan kampanye adalah sarana untuk mempengaruhi orang lain, menarik simpati massa agar memilih dia. kalo dia mau mengobral janji silahkan aja, asal nanti ketika terpilih dia harus dapat mempertanggungjawabkan janjinya. kalo ga yaa..berarti dia menipu dan membohongi orang banyak terutama membohongi hati nuraninya sendiri”
“yang tipe beginian waktu pemilu kemaren yaa…ga usah kita pilih lagi nanti. kita-kita juga yang rugi kena tipu ama dia” terang temen yang baru datang seperti jurkam
“trus serangan fajar gimana tuh??” temen yang pertama masih penasaran
“loh kan itu udah jelas, DILARANG!! alias sama aja dengan curang, sama seperti black campaign” kata temen yang baru datang bersemangat
“tapi kan kita ga ngebohongin hati kalo kita emang butuh duit itu!!” temen yang pertama tambah penasaran
ooppss…emang betul sih serangan fajar juga bagian dari proses strategi pemenangan pemilu, tapi caranya ituloh..!! kok ya tetap dipake padahal udah jelas-jelas warisan cara yang salah, curang dan melanggar aturan.
dan emang ga bohong juga kalo kita butuh duit itu, tapi kita menipu diri sendiri dan membohongi pilihan hati kalo kita memilih seseorang atau sebuah partai hanya karena duit itu.
aahh..semoga aja kita semua bisa lebih pintar memilah dan dapat lebih bijak dalam memilih.
walahh…gara-gara banner kok bisa jadi panjang gini ya..??
maaf; sorry
mohon maaf sekaligus pemberitahuan kepada temen-temen jikalau mulai sekarang untuk segala macam tutorial, artikel, komentar dan pertanyaan seputar 3D (3ds max, sketchup, dll) dipindahkan ke http://www.triders.com/ sehingga untuk selanjutnya blog ini hanya akan berisi ‘tulisan sampah’ yang mungkin tidak akan sangat menarik bagi anda.
terima kasih dan sekali lagi mohon maaf
ps. sementara ini beberapa artikel 3d masih ada di sini sebelum pada waktunya nanti akan dihapus keseluruhan









