ZIEGRUSAK | me n ma world

Nasib Damar Kurung yang mengenaskan

Posted in CATATAN BEBAS by cakpii on Desember 11, 2007

Gara-gara kemaren malam iseng-iseng bikin lampu tidur (lampion), saya jadi teringat dengan Damar Kurung -lampion khas Gresik- yang biasanya saya beli setiap acara Padusan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Sehingga pada waktu itu, puasa ramadhan serasa kurang afdol tanpa adanya damar kurung.

Setelah sempat bertahun-tahun tidak terperhatikan, kurang lebih pada tahun 90-sekian, damar kurung tiba-tiba menjadi heboh karena sering dipamerkan di beberapa kota dan dianggap sebagai karya seni sehingga membuat beberapa pejabat pusat bahkan Presiden menjadi tertarik. Seorang mbah Masmundari yang dilahirkan pada 4 Januari 1904 menjadi pelukis tunggal dibalik itu semua sampai akhirnya oleh Pemda Gresik, damar kurung dijadikan maskot kota Gresik.

2002-masmundari.gif damarkurung-kecil.jpg

Namun yang sangat disayangkan adalah kurangnya perhatian yang diberikan oleh Pemda Gresik. Sampai pada saat meninggalnya mbah Masmundari (Sabtu 24/12/2005) dalam usia 101 tahun, tidak terlihat usaha dari Pemda Gresik untuk berusaha melestarikan damar kurung kecuali menjadikannya sebagai maskot dan hanya sekedar menjadi pajangan di tiap perempatan jalan. Padahal dengan karakter lukisan damar kurung yang polos kekanak-kanakan dengan warna-warna terang, kemungkinan untuk melestarikan dengan mengenalkannya ke masyarakat semenjak usia dini lebih terbuka peluangnya.

Mungkin pada waktu padusan kemaren anda masih bisa menemukan penjual-penjual damar kurung terutama disekitar kompleks pemakaman Tlogo Pojok tapi kalo anda cermati maka anda akan menemukan gaya lukis -karakter- damar kurung itu sudah berubah, begitupun dengan permainan kombinasi warnanya. Hal itu dikarenakan kita dulu tidak sempat belajar pada mbah Masmundari -semasa hidup- sehingga yang terjadi adalah penjiplakan pola-pola lukisannya sekedar untuk memenuhi tuntutan pasar yang sebenarnya pun sudah jauh berkurang.

Hhhmmm….jadi berangan-angan kalo pada pelajaran menggambar anak-anak TK dan SD diajarkan tentang melukis ala damar kurung sepertinya menyenangkan juga tuh…🙂

tulisan yang sama juga dipublish di sini

30 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. ahmadfk said, on Desember 11, 2007 at 5:44 pm

    Suwi-suwi lek nggak ono sing merhatek’no yo iso-iso diklaim karo Malaysia maneh…
    Tapi lek dimasukno pelajaran SD opo gurune yo iso nggawe Damarkurung…dadi gurune mesti dikongkon belajar gawe DamarKurung disik

  2. ahmadfk said, on Desember 11, 2007 at 5:46 pm

    Matur suwun kang katha wis nyantolno nang nggonku mas…..

  3. peyek said, on Desember 11, 2007 at 7:05 pm

    Sepertinya kita perlu bergerak untuk segera menyelamatkan segala bentuk budaya Gresik, paling tidak, kita mengumpulkannya dalam bentuk artikel yang rapi, dan kita publish dalam bentuk digital library, ada ide?

  4. ziegrusak said, on Desember 11, 2007 at 10:05 pm

    @ ahmad fk : bisa jadi….di kota lain juga dikenal istilah damar kurung (mis. di Pekalongan atau di Kediri) tp yang digambar (di lukis) cuma dikenal di Gresik.
    untuk pelestarian memang dibutuhkan kerjasama beberapa pihak (dinas pemerintahan??) termasuk misalnya dimasukkan ke kurikulum sebagai muatan lokal.

    @ peyek : kenapa tidak yek..mungkin kita bisa mulai dari sekarang dengan mengumpulkan data-data tentang budaya gresik dari berbagai sumber (hard ‘n soft) kemudian coba bekerjasama dengan budayawan yang ada di Gresik serta beberapa narasumber yang mengetahui tentang budaya Gresik (mis. K.H. Mochtar Jamil mengetahui cukup banyak tentang cerita/sejarah Gresik yang secara langsung atau ga langsung akan berhubungan dengan cikal bakal budaya Gresik atau aku dulu pernah melihat buku Gresik jaman dahulu dengan judul GRISEE -kalo ga salah- karya mas Dukut cuma sayangnya waktu itu aku ga sempat beli karena lumayan mahal)
    gimana ???

  5. reeyo said, on Desember 11, 2007 at 11:43 pm

    iyo cak nang Gresik yo ono guru SMAM 1 seng wes nulis buku akeh tentang Gresik dan Sejarahnya

  6. reeyo said, on Desember 12, 2007 at 1:33 am

    Nek aku setuju BeGeTe sebagai wong ngGresik biar kotaku gak diiling-iling cuman “ooh yang ada Semen Gresik ya?,” Ayo arek-arek ngGresik liyane piye??

  7. Sudah Ada “Gimana?” « kampung halaman said, on Desember 12, 2007 at 1:39 am

    […]  Tulisan cak Rofi’i di blog-nya tentang damar kurung dari ngGresik yang dilukis mbah Masmundari (baca di sini) sepertinya bisa menjadi embrio lahirnya komunitas ngGresik yang bangga dengan kotanya yang peduli […]

  8. Arif Budiman said, on Desember 13, 2007 at 5:14 am

    >ahmadfk
    Setuju… Kan jaga-jaga, siapa tahu bener2 diklaim sama Malaysia. Tengok saja seni Hadrah Bawean yang malah lebih berkembang di Malaysia daripada di Bawean sendiri…
    >peyek
    Situs dong… Yang bisa mengenalkan budaya Gresik
    >ziegrusak
    Bukune mas Dukut… Kurang bgt… Soalnya nggak terwakili semua (apalagi daerah Gresik Utara, yang diceritakan cuma sedikit)
    >reeyo
    Iya, kalau aku ngaku orang Gresik, pasti yang pertama diingat adalah Kota Semen, malah gak ingat yang namanya Kota Pudhak (Aneh kan? Padahal Semen kan gak hanya di Gresik😦 )

  9. lovesomatic said, on Desember 15, 2007 at 1:01 pm

    Aq ono bukune nek g salah peninggalane jaman bupati soewarso. klo nda salah jg ngbahas bab danar kurung kui. oh kelalen aq, kie agus cak, sak geng mbek peyek, seng tau ketemu sampean ndek c ri mbek warung ultras kui loh, eling g yohh, hehehe. sekalian mnta ijin nge-link yohh🙂

  10. Watuitem said, on Januari 9, 2008 at 3:18 pm

    Bukak situs mas, sing isine soal Gresik lan sak isine. Moderatore sopo, sing ngisi sopo, kan isok diomongno maneh. Kopdar !!!!!!!!!

  11. Watuitem said, on Januari 9, 2008 at 4:07 pm

    Warunge cak Ri ku nag endhi to ? Aku yo seneng ngopi tapi nang alun-alun nggone p.Guru Jefri, kadang yo nang belokan kebon, nggone pak To. ngarepe omahe Gopar arek ultras mbiyen.

  12. ziegrusak said, on Januari 11, 2008 at 11:34 am

    @ watuitem : warung cak ri neng randu agung bos… cedak samsat.. ntar klo aku pulang kita ngopi bareng OK

  13. Watuitem said, on Januari 14, 2008 at 10:13 am

    OK, kabari aku bos.

  14. Parman said, on September 1, 2008 at 11:45 am

    sebenarnya aku juga wong Tlogopojok Gresik “Asli” Cak, aku juga bisa membuat damar kurung, mungkin darah pojok memang mengalir dalam diri saya sehingga saya bisa membuat gambar seni damar kurung akan tetapi seni itu sudah menjadi hak paten dari keluarga besar Mbah Masmundari (kasihan deh) padahal kalo dilihat dari sejarah damar kurung sendiri adalah warisan budaya Tlogopjok yang mana pada saat itu ketika menjelang bulan puasa ada acara budaya Padusan yaitu acara nyekar pesarean, nah…. saat itulah waktu yg tepat untuk menjual segala barang “Kerajinan” tangan di sepanjang jalan menuju pemakaman salah satunya adalah “Kerajinan” Damar kurung. saya katakan Kerajinan karena pada saat itu memang Seni Damar kurung tersebut adalah Kerajinan masyarakat setempat yang diperuntukkan dijual dalam rangka menghadapi Bulan Puasa pada acara Padusan. kalo memang dalam kurun waktu sehingga pengrajin-pengarjin damar kurung sudah pada meninggal dunia dan Allah men-takdir-kan Mbah Masmundari dapat bertahan hidup dan satu-satunya orang yang dapat membuat damar kurung maka keluarga dari Mbah Masmundari mengklaim bahwa seni Damar Kurung adalah Haknya dengan dibantu pemerintah Kabupaten setempat. wah komplit sudah budaya masyarakat diklaim orang2 tertentu. nah semoga usul saya ini dapat membuka wawasan bahwa memang Seni Damar Kurung adalah Seni Budaya MAsyarakat Tlogopojok Gresik BUKAN Seni Karya perseorangan. kepada Pemerintah Kota Gresik dapat Bapak2 berfikir jernih?

    • bendoel said, on Maret 2, 2011 at 11:25 pm

      sory bozzzz damar kurung bukan berasal dari tlogo pojok,tp asli we’e mbah masmundari

  15. ziegrusak said, on September 5, 2008 at 8:32 pm

    mohon maaf kalo tulisan saya terkesan bahwa damar kurung “milik” mbah masmundari, mungkin hal ini dikarenakan pada beberapa tahun lalu (sebelum booming), setau saya, mbah masmundari-lah yang tetap konsisten ber-damar kurung-ria selama beberapa tahun sehingga pihak-pihak lain melihat itu beranggapan bahwa mbah masmundaari lah “pemilik” damar kurung.
    kalo memang sampeyan bisa dan berniat untuk melestarikan damar kurung itu adalah hal yang luar biasa dan sangat saya dukung. mungkin untuk masalah klaim dan lain sebagainya akan terbicarakan di belakang hari, yang jelas dan paling dibutuhkan adalah adanya generasi yang mau melestarikannya.
    terima kasih

  16. H.Mik said, on September 16, 2008 at 2:44 pm

    Salut buat Mbah MasMundari and Ziegrusak, saya juga berminat untuk menghidupkan kembali kebudayaan kota Gresik terutama Damar Kurungnya.
    Damar Kurung adalah milik warga Gresik yang harus kita pertahankan, saya kira boleh aja tuh kalo kita menciptakan kembali gambar Damar Kurung untuk pelajaran buat anak2 kita sejak dini agar mereka mengetahui and menghormati kebudayaan Gresik biar nggak hilang dimakan zaman.
    Mungkin kalo masalah hak cipta ato mengklaim, nggak akan jadi masalah kalo kita tidak menjual belikannya secara bebas.
    Btw saya juga bisa kok membuat lukisan dan membangun damar kurung wong saya pernah menjadi juara … lomba lukis damar kurung hahaha.

  17. ziegrusak said, on September 20, 2008 at 1:06 am

    hayo ahh…kita lestarikan lagi damar kurung yang udah hampir ‘punah’. kenapa?? coba kita amati waktu padusan kemaren, kalopun ada penjual damar kurung tapi seberapa antusias warga gresik dalam membeli damar kurung tersebut?? sangat merosot alias sudah sangat kurang diminati. mungkin salah satu penyebabnya adalah karena kita juga kurang ‘memperkenalkan’ damar kurung kepada generasi di bawah kita, padahal damar kurung adalah salah satu peninggalan budaya gresik yang kalo tidak kita lestarikan yaaa… siapa lagi yang mau melestarikannya?? haruskah ada klaim dulu dari pihak lain baru kita akan ‘ribut-ribut’ mempertanyakannya???
    makanya…monggo mari kita semua terutama warga gresik untuk tetap melestarikan kebudayaan khas gresik (dalam hal ini damar kurung) agar tetap eksis dan dikenal serta dapat dipelajari oleh generasi penerus..

  18. […] Sekali lagi, dan sekaligus saya mengklaim, Seni Damar Kurung adalah Asli Gresik, seorang teman, blogger Gresik, pernah menuliskannya dengan sangat apik disini. […]

  19. Aqil said, on Maret 12, 2009 at 11:55 pm

    Alhamdulillah, ternyata saya temukan juga diskusi tentang damar kurung. Kalau boleh, saya sih lebih suka lukisan damar kurung itu dianggap sebagai sebuah aliran lukis tersendiri (sekalipun cak Inoeng-pelukis gaek) gak pernah setuju kalau damar kurung dikategorikan lukisan. Artinya sebuah aliran lukisan tidak dapat dipatenkan oleh seseorang. Kalau toh lukisan berjudul Nyonya Muluk atau Tujuhbelasan karya Mbah Masmundari dipatenkan, ya boleh-boleh saja. Jadi yang bisa dipatenkan itu cuma lukisannya bukan alirannya. Mbah Masmundari seharusnya punya paten untuk masing-masing karyanya. Kan nggak mungkin semua lukisan naturalis dianggap copyright oleh Basuki Abdullah. Atau semua lukisan yang berbulu dianggap nyontek Cak Kandar.
    Sidang Blogger Rahimakumullah, saya berharap semua masih mau melukis dan berkarya damar kurung. Seingat saya yang dipatenkan oleh MBah Masmundari itu bentuk damar kurungnya, yang kotak-kotak itu. Juga VCD proses kreatif Mbah Masmundari yang kebetulan saya tulis judulnya “Tak surut di seret umur”. Jadi sama sekali tidak ada hambatan bagi siapapun yang ingin melukis damar kurung asal jangan persis seperti karya Mbah.
    Saya salut sekali pada Mbah waktu mendampingi pamerannya yang terakhir di Bentara Budaya Jakarta. Saya masih yakin belum ada satupun pelukis yang mampu menandingi lukisan Mbah. Waktu selesai di ajak jalan-jalan ke Sea World Ancol, pada acara pameran yang dibuka artis seksi Rachel Maryam, beliau melukis Sea Wolrd. Dan tentunya dengan gaya lukisan damar kurung yang dua dimensi penuh. Inilah fase tersulit dari melukis damar kurung. Menorehkan dunia yang tiga dimensi dalam bentuk semacam wayang beber. Inilah yang membuat saya gedek-gedek takjub pada Mbah. Saya belum menemukan penggantinya.
    Sampai sekarang.
    Ibadallaah …..

  20. aan said, on Desember 12, 2009 at 5:14 pm

    Warisan budaya yg hanya ada dua, sungguh luar biasa, siapa selanjutnya???
    terus maju dan bertahan….!!!

    argres GFC

  21. Fian said, on Desember 13, 2009 at 11:41 am

    salam kenal saya alfian, anak gresik asli dulu tinggal di kemuteran gg 13 skrg pindah ke giri asri blok B-09
    mahasiswa ITS semestr 5 jurusan teknik industri
    iseng2 cari artikel ttg damanr kurung untuk rancangan program pengembangan dana pengabdian masyarakat, saya menjadi sebuah pertanyaan.

    yang harus dilestarikan terlebih dahulu itu, damar kurungnya, ato lukisanya???

    pikiran awal saya adalah melestarikan damar kurungnya dengan bermacam2 lukisan atau gambar yang dibutuhkan oleh calon pemesan damar kurung nantinya sehingga order dapat terus mengalir seiring kebutuhan dari calon pelanggan.
    misal damar kurung untuk advertisng dengan gambar/logo PT. telkom, dstt.

    tapi jika melestarikan lukisANYa yang sangat khas, saya sangat setuju namun kepada siapa saya harus belajar?? ada yang tahu kah??

    ayo mulai diskuss ini lagi.

    regards.
    alfian 085646188138
    alfiansputra@yahoo.com

  22. aqil good said, on Desember 24, 2009 at 3:03 pm

    Ayo rek ndang dimolai

  23. aldriana amir said, on Mei 27, 2010 at 11:42 am

    saya suka sekali karya2 lukisan masmundari (1904-2005). unik, lucu, naif dan warna2 yg digunakan cerah ceria serta di setiap lukisannya selalu ada ceritanya.
    saya tahu beliau saat (tidak sengaja) nonton liputan kehidupannya dan karya2 yg ditayangkan di tvri. akhirnya masmundari jadi salah satu perupa perempuan favorit saya.🙂

    mendengar berita beliau meninggal dunia, tidak lama setelah pameran di bentara budaya jakarta tahun 2005, sedih juga…

    salam,

  24. Kris Adji said, on Agustus 8, 2010 at 10:28 pm

    Tentang sejarah siapa yang mengangkat damar kurung jadi terkenal, baca: http://brangwetan.wordpress.com/2007/10/04/masmundari-pelukis-damar-kurung-gresik/
    atau : Damarkurung seni tradisi masyarakat di:
    http://dewankeseniangresik.blogspot.com

    salam budaya

  25. jacksonbrutt said, on Januari 19, 2011 at 9:25 pm

    Alhamdulillah, masih ada juga teman kita yang perhatian dengan tinggalan budaya kita.

  26. wong nggersik said, on Februari 2, 2011 at 12:46 pm

    dulur kabeh, aku mahasiswa arsitektur. rencana mau ngangkat damar kurung jadi bahan skripsi. aku pengen memperkenalkan damar kurung ke orang luar nggersik lewat desain arsitektur. kiro2 bangunan opo seng pas gawe damar kurung iki?rencanaku pengen ngerancang gedung pelatihan damar kurung (isine yo workshop gawe belajar gambar damar kurung, museum damar kurung, terus panggon seng dodolan damar kurung, trus akeh maneh pokoke. kiro2 menurut dulur kabeh yaopo?njaluk tulung bantuane yo dulur

    tjutjudhemank@gmail.com

  27. bendoel said, on Maret 2, 2011 at 11:38 pm

    siapa yang mau pesan damar kurung bisa hubungi nomor ini

    andri : 085850121552

  28. khamamah said, on Februari 13, 2012 at 11:22 am

    suwun infonya

  29. laras said, on Januari 10, 2013 at 9:04 pm

    kalo Damar Kurung dibuat dalam bentuk lain agar lebih praktis dan ekonomis gimana ? tapi disamping itu juga tidak mengesampingkan ciri khasnya… jadi mungkin akan lebih menaikkan minat masyarakat. tolong pendapat dong…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: