ZIEGRUSAK | me n ma world

Bentuk Utama, sekunder dan tersier

Posted in art theory by cakpii on Agustus 9, 2007

Oleh Neil Blevins

Versi asli dalam bahasa Inggris http://www.neilblevins.com/

Diterjemahkan oleh Rofii

Pembahasan kali ini tentang apa itu bentuk utama, sekunder dan tersier serta bagaimana menggunakannya. Seringkali konsep ini disebut juga sebagai “Besar, Sedang dan Kecil” jadi jika karya anda bisa menggambarkan bentuk besar (utama), sedang (sekunder) dan kecil (tersier) maka akan menghasilkan gambar yang enak untuk di lihat.

Pertama, sebuah definisi. Bentuk utama adalah bentuk besar anda. Seperti jika anda memperhatikan dengan seksama suatu gambar maka detailnya seakan-akan menghilang dan yang anda perhatikan tinggal bentuk utamanya saja.

figure01.jpg

Bentuk sekunder yaitu bentuk yang lebih kecil pada suatu gambar atau sesuatu yang membantu membentuk bentuk utama.

Bentuk tersier dalah bentuk yang lebih kecil daripada bentuk sekunder.

Di bawah ini adalah 3 diagram gambar 2D yang menunjukkan bentuk utama, sekunder dan tersier dalam beberapa komposisi. Meskipun ini adalah gambar 2D namun secara prinsip sama dengan yang berlaku di 3D.

figure02.jpgfigure03.jpgfigure04.jpg

Pertama, ukuran yang bagaimana sebaiknya untuk detail sebuah gambar? Tentu saja tergantung dari selera kita masing-masing. Saya sendiri cenderung lebih menyukai detail yang utama yang besar, hampir sebesar gambar itu sendiri. Dan detail tersier yang benar-benar kecil, bahkan sekali waktu mungkin hanya sebesar satu atau dua pixel. Dengan begitu anda bisa memutuskan ukuran yang tepat untuk detail yang sekunder. Tentu saja tidak semua detail mempunyai ukuran yang sama, lebih cenderung mempunyai beberapa ukuran sehingga tidak setiap detail sekunder mempunyai ukuran yang sama tetapi masih masih saling mendekati.

Bentuk di bawah ini bisa jadi sebuah bentuk utama, sekunder dan tersier..

figure05.jpg

Tapi ini juga bisa berarti sama…

figure06.jpg

Dan ini juga…

figure07.jpg

Selanjutnya adalah bagaimana bentuk-bentuk tersebut terletak pada sebuah komposisi. Lihatlah gambar di bawah ini, meskipun mempunyai 3 level detail tapi bentuk tersier menyatu membentuk suatu bagian blok yang seragam…

figure08.jpg

Hal ini terjadi di banyak gambar, suatu blok yang besar yang sebenarnya hanya pengulangan dari suatu pola. Misalnya, anda juga akan mengalami hal yang sama ketika anda menggunakan noise tanpa variasi pada sebuah permukaan.

figure09.jpg

Hal ini tidak memberikan kesempatan kepada kita untuk melihat suatu hal yang berbeda. Jadi secara umum anda membutuhkan perletakkan suatu detail tersier yang lebih acak. Sehingga pada suatu area mempunyai detail dan tidak area yang lain terlihat polos tanpa detail.

figure10.jpg

Perhatikan bahwa gambar ini akan telihat lebih ‘enak’ untuk dilihat. Kita bisa melihat detail di sudut sebelah kanan bawah, kemudian pada bagian tengah tidak terlalu mendetail sebelum kita memperhatikan detail di bagian yang lain.

Ini adalah mengapa pola-pola yang terdapat di alam terlihat lebih ‘enak’ untuk diperhatikan daripada suatu pola yang sama dan seragam. Pola-pola alami secara acak cenderung mempunyai suatu area yang sangat detail sementara di area yang lain kurang mendetail. Jadi, melalui suatu ‘pencampuran’ dan variasi, anda akan menghasilkan sesuatu yang kelihatan lebih alami yang tidak kita dapatkan kalau kita mengikuti langkah-langkah yang sangat teratur. Anda bisa melihat pembahasan saya pada Complex Shaders Using Procedurals, The Green Tongue untuk memulai mempelajari bagaimana cara mendapatkan suatu variasi dalam langkah-langkah kita.

Di bawah ini adalah foto sebuah batu, perhatikan bagaimana variasi dalam pola dan detailnya.

figure11.jpg

Di bawah ini adalah contoh yang lain dalam membuat suatu bentuk. Pertama kita akan mulai dengan sebuah silinder, mungkin ini adalah sebuah pipa untuk sebuah robot.

figure12.jpg

Sekarang mari kita buat bentuk sekundernya, buatlah ring sepanjang pipanya.

figure13.jpg

Sekarang sudah terlihat lebih menarik tapi pola perletakannya yang sama membuatnya terlihat membosankan. Sekarang kita akan memvariasikan letak dari ring yang sekunder…

figure14.jpg

Terlihat lebih baik tapi semua ring sekundernya masih berukuran sama, jadi kita akan memvariasikan ukurannya…

figure15.jpg

Terlihat jauh lebih menarik. Sekarang kita mempunyai ukuran yang berbeda untuk bentuk-bentuk sekundernya, dan kita juga mempunyai suatu area dengan detail bentuk sekunder dan area lain yang polos. Mari kita tambahkan beberapa bentuk detail tersiernya…

figure16.jpg

Sekarang kita mempunyai komposisi bentuk yang baik.

Di bawah ini ada beberapa gambar saya yang mungkin bisa menunjukkan suatu komposisi bentuk utama, sekunder dan tersier…

gas_details.jpg

Klik di sini untuk mendapatkan gambar yag asli…

Dalam kasus ini, sebuah tower yang sangat besar (silinder) adalah bentuk utamanya. Bentuknya tersusun dari beberapa bentuk sekunder, pipa dan bagian besar yang terbuat dari beton. Bentuk tersiernya adalah pesawat-pesawat dan deretan lampu sepanjang bentuk tower dengan ukuran yang kecil juga. Bentuk-bentuk itu akan membantu untuk mendapatkan kesimbangan skala yang bagus.

earth_details.jpg

Klik di sini untuk mendapatkan gambar yag asli…

Bentuk utamanya adalah sebuah makhluk asing dimana terdapat banyak tentakel dengan ukuran yang besar sebagai bentuk sekundernya. Kemudian juga terdapat tentakel-tentakel yang lebih kecil dan rumput yang merupakan bentuk tersiernya. Akan terlihat seperti ada sesuatu yang hilang ketika tidak terdapat detail-detail yang juga adalah bentuk tersiernya.

gathering_details.jpg

Klik di sini untuk mendapatkan gambar yag asli…

Robot adalah suatu bentuk yang bagus untuk mencoba bentuk yang “Besar, Sedan dan Kecil”. Pada gambar ini, bentuk dari suatu makhluk asing ini adalah bentuk utamanya, kemudian bentuk sekundernya berupa panel yang ada di depan atau berupa mata. Sedangkan bentuk tersiernya berupa tonjolan-tonjolan, garis-garis pada panel, dll. Perhatikan perletakkan dari bentuk-bentuk tersier pada bentuk sekundernya, beberapa bagian mempunyai banyak detail sementara bagian yang lain terlihat polos. Perhatikan juga bagaimana ukuran ukuran dari bentuk tersier yang jauh lebih kecil dibandingkan bentuk sekundernya.

Kesimpulan ketika anda hendak membuat suatu gambar…

Buatlah suatu bentuk yang besar, sedang dan kecil.

Variasikan ukuran bentuk-bentuk dari ketiga kategori tersebut.

Pastikan bahwa detail-detail anda terletak secara acak dan hindari pola-pola yang seragam.

Pastikan juga bahwa anda mempunyai suatu bagian yang penuh dengan detail sementara bagian yang lain cenderung tanpa detail.

Ingatlah bahwa aturan itu bukan sesuatu yang harus anda ikuti. Tetapi jika anda tidak mengikutinya maka anda juga harus sadar bahwa anda tidak mengikutinya. Dan itu sangat mempengaruhi orang-orang yang melihat karya anda.

Tutorial courtesy of Neil Blevins

——————————————

mohon maaf sekaligus pemberitahuan kepada temen-temen jikalau mulai sekarang untuk segala macam tutorial, artikel, komentar dan pertanyaan seputar 3D (3ds max, sketchup, dll) dipindahkan ke http://indosketchup.net untuk tutorial sketchup dalam bahasa indonesia sehingga untuk selanjutnya blog ini hanya akan berisi ‘tulisan sampah’ yang mungkin tidak akan sangat menarik bagi anda.

terima kasih dan sekali lagi mohon maaf

ps. sementara ini beberapa artikel 3d masih ada di sini sebelum pada waktunya nanti akan dihapus keseluruhan

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. reeyo said, on November 29, 2007 at 12:09 am

    nek ono seng terjemahan ngene malah tambah males ae blajar basa inggris hehehe *ancene gak iso2 inggris*


Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: