ZIEGRUSAK | me n ma world

Belajar dari Hijau, aneka ragam warna

Posted in art theory by cakpii on Agustus 9, 2007

Oleh Neil Blevins

Versi Asli dalam bahasa Inggris http://www.neilblevins.com/

Diterjemahkan oleh Rofii

Kalau anda perhatikan pada karya-karya saya, maka anda akan menemukan bahwa secara umum saya banyak menggunakan warna-warna yang hampir sama pada suatu karya. Misalnya dari skema (gradasi) warna kuning/oranye/merah atau barangkali biru muda/biru tua/ungu. Tapi meskipun hampir sama, saya selalu mencoba untuk memberikan variasi pada warna tersebut untuk tetap kelihatan menarik dan juga agar tetap lebih kelihatan nyata.

Pemilihan warna juga membantu dalam mengkondisikan suatu suasana. Kenyataannya, pada suatu produksi dengan skala besar, beberapa perusahaan mempunyai beberapa orang yang khusus (spesialis) dalam memilih suatu warna yang akan digunakan agar dapat meyampaikan pesan secara tepat. Teori warna adalah suatu pembahasan yang sangat luas, untuk itu saya mengikuti suatu kursus tambahan yang sebelumnya pernah saya ikuti pada tahun-tahun awal saya belajar seni dari pelukis alam Kanada, Renate Heidersdorf. Saya sangat beruntung karena dapat mengikuti kursusnya ketika saya dulu berusia 6 tahun dan kemudian saya melanjutkan sampai saya berumur 23 tahun.

Setiap tahun di musim gugur, pelajaran dimulai sesuatu yang berhubungan dengan alam. Ketika saya berusia kurang lebih 7 atau 8 tahun, kami memulai dengan memberi warna hijau pada sebuah gambar di kertas, kemudian dilakukan pengamatan warna itu, mungkin agak terang meskipun tidak cukup menyala tetapi sangat umum.

generic_green.jpg

Dalam 20 menit kemudin, kami harus mencampur dan menghasilkan 20 hijau yang berbeda. Hijau yang dicampur dengan kuning, hijau dengan biru dan hijau dengan coklat. Hijau tua, hijau muda, atau hijau yang lain sebanyak-banyaknya.

many_greens.jpg

Tujuan dari latihan tersebut adalah untuk menyadari bahwa bukan hanya karena sebuah warna ‘hijau’ maka hijau itu harus selalu kita gunakan untuk setiap yang berwarna hijau.

Ketika selesai dengan latihan tersebut, kita akan berlatih menggambar suatu pemandangan alam dan diharapkan kita dapat menggunakan berbagai macam warna hijau, hijau yang berbeda untuk pohon ataupun rumput.

Peraturan/Norma

Mungkin sekarang akan kelihatan aneh ketika kita melihat anak kecil yang mengikuti aturan “Tidak ada batasan hijau dalam gambarmu”. Waktu kita masih kecil dan pertama kali memegang krayon, kita mempunyai kebebasan yang luas. Ketika kita ingin membuat sebuah langit yang berwarna hijau, maka kita akan membuatnya. Ketika kita berpikir bahwa langit memang berwarna hijau, kenapa tidak? Akan tetapi segera setelah kita mendengar bagaimana orang tua kita menjawab pertanyaan seperti, “Pohon itu berwarna apa?” “Itu hijau”. “Apa warna rumput?” “Hijau”. “Apa warna mobil itu?” “Hijau”. Sekarang kita mempunyai jawaban yang kita inginkan, semuanya telah dikategorikan, itu semua adalah hijau. Jadi jangan heran ketika seseorang mulai menggambar, mereka akan langsung memakai warna hijau yang umum untuk rumput dan pohon. Yang penting semuanya hijau, ketika sebuah guci dikatakan berwarna hijau maka saya harus mewarnainya dengan warna hijau.

Ini adalah perbedaan antara menggambarkan apa yang anda lihat dan apa yang anda ketahui. Dalam buku “Mass” karya John Harris, dia menerangkan bagaimana dia dulu mempunyai seorang guru yang meyakinkan bahwa lebih penting menggambarkan apa yang anda lihat dari pada apa yang anda ketahui. Sepertinya lupakan saja tentang apa yang anda ketahui tentang sebuah obyek, gambarlah cahaya, kegelapan, warna, bentuk dan biarlah obyek itu membentuk ‘dirinya sendiri’. Cobalah latihan ini sekali waktu, carilah sesuatu kemudian coba untuk menggambar apa yang sebenarnya anda lihat dibandingkan dengan apa yang anda ketahui tentang obyek itu. Sehingga keterampilan anda dalam mengamati sesuatu akan meningkat dengan pesat.

Satu hal yang pertama kali akan anda perhatikan adalah “Hijaunya daun itu ternyata tidak sama dengan daun ini” atau “Bayangan membuat hijau ini lebih tua daripada hijau daun ini ketika terkena cahaya”. Tiba-tiba anda melihat bagaimana sebuah obyek benar-benar berbeda dari yang selama kira kira.

Dunia nyata

Mari kita lihat beberapa gambar alam ini. Ini adalah tanaman rambat, perhatikan aneka macam hijau yang ada, beberapa daun berwarna muda sementara yang lain berwarna tua dan yang lain terkena bayangan..

leaves01.jpg

Bahkan ketika kita perhatikan dari dekat, daunnya sendiri pun berbeda warna, ruas dan bintik-bintik dan detail yang lainnya, hijuanya sangat beraneka macam.

leaves02.jpg

Ini adalah sebuah pemandangan taman yang indah, banyak sekali hijau yang berbeda di sana. Saya mengambil beberapa dari warna tersebut -terletak di sebelah kanan- dengan menggunakan Photoshop.

garden.jpg

Membuat rumput

Berdasarkan pemikiran di atas, kita akan mencoba membuat rumput. Untuk ini saya menggunakan plugin shaghair dari digimation yang ada dala 3DStudio Max, plugin ini sekarang dikenal sebagai HairFX. Di bawah ini adalah gambar rumput yang saya bikin dengan warna hijau yang umum. Sekilas kelihatan bagus tapi ada sesuatu yang kurang, ketertarikan kita hanya sekilas karena warnanya yang ‘datar’.

grass01.jpg

Untunglah, kebanyakan dari plugin seperti ini memberikan kebebasan pengaturan warna kepada anda. Misalnya, anda bisa menngunakan sebuah gambar (Map) untuk memberikan warna pada ujung rumput. Di bawah ini ada sebuah gambar, bayangkan itu adalah proyeksi dari rumput di atas. Ketika ujung rumput mulai tumbuh, warnanya akan berdasarkan gambar di bawah sesuai posisi dimana rumput tersebut tumbuh. Jadi kalau rumput tersebut tumbuh pada titik berwarna hitam, maka rumput pada bagian itu juga akan berwarna hitam.

grass_map.jpg

Di bawah ini adalah aplikasi dari gambar di atas ke rumput yang kita buat. Perhatikan bahwa itu menambah ragam warna sehingga lebih terlihat realistik.

grass02.jpg

Dan di bawah ini adalah contoh rumput yang asli, perhatikan aneka macam warna hijau yang ada…

1990.jpg

Itu semua tentu saja tergantung dari apa yang anda coba, mungkin saja rumput dengan satu warna yang sama misalnya agar terlihat seperti gambar kartun, tetapi pilihan tersebut tergantung dari gaya yang anda gunakan. Kesalahan yang umum adalah ketika anda membuat semuanya sama bukan karena memang itu yang anda inginkan tapi anda tidak tahu harus melakukan apa.

Alat bantu lain

Selain itu, saya juga telah membuat beberapa script untuk 3dmax yang bisa membantu. Misalnya, script RandomMaterial, script itu akan membantu anda mengaplikasikan pemilihan beberapa macam material secara acak. Bisa aja misalnya untuk ketika membuat sebuah batu, kemudian tekstur yang kedua hampir sama tapi lebih tua, atau yang lainnya mungkin justru lebih terang atau lebih kuning, dll. Jadi ketika kita membuat misalnya 100 batu yang berbeda maka gunakan script ini untuk memberikan material batu secara acak. Sekarang kita tidak hanya akan melihat deretan batu yang sama tapi batu dengan aneka warna dan tekstur yang berbeda. Variasi warna adalah sesuatu yang penting dalam memahami bagaimana kenyataan alam yang sesungguhnya, dan juga menjadi sesuatu yang sangat membantu dan menambah kesempurnaan suatu scene.

Tutorial courtesy of Neil Blevins

——————————————

mohon maaf sekaligus pemberitahuan kepada temen-temen jikalau mulai sekarang untuk segala macam tutorial, artikel, komentar dan pertanyaan seputar 3D (3ds max, sketchup, dll) dipindahkan ke http://indosketchup.net untuk tutorial sketchup dalam bahasa indonesia sehingga untuk selanjutnya blog ini hanya akan berisi ‘tulisan sampah’ yang mungkin tidak akan sangat menarik bagi anda.

terima kasih dan sekali lagi mohon maaf

ps. sementara ini beberapa artikel 3d masih ada di sini sebelum pada waktunya nanti akan dihapus keseluruhan

Komentar Dinonaktifkan pada Belajar dari Hijau, aneka ragam warna

%d blogger menyukai ini: