memilih dengan hati
“ahh sok tau loe!!”
“dalam hati orang mana kita tau dul..!!” kata seorang temen setelah melihat banner ini,
waahhh…bener juga sih kata temen ini, kata pepatah dalamnya lautan bisa diukur tapi dalamnya hati siapa yang tahu itu juga betul.
“tapi kan hati seseorang ga pernah bohong” kilahku coba membantah
“kebohongan terjadi akibat keinginan untuk mencapai suatu tujuan yang -mungkin- tidak dapat kita raih sehingga kita menggunakan segala cara untuk mencapainya” kataku sok bijak
“dan kita juga mengabaikan kata hati kala berbohong” kataku lebih lanjut
“waduhh…bakal rame nih, tapi kan pilihan hati kita belum tentu menang dalam pemilu” seorang temen yang baru datang menyela
“lah kita kan ngomongin prosesnya, bukan hasil akhirnya!!” protesku
“kalo pilihan kita menang yaaa..syukur deh, berarti banyak orang yang sehati dengan kita”
“tapi kalo pilihan kita kalah berarti kita harus dapat lapang dada, legowo, menerima yang menang, menghargai pilihan orang banyak” kataku sok panjang lebar
“trus gimana dengan golput??”
“lagian kalo tiap orang memilih pake hati, buat apa pake kampanye segala, ngobral janji, belum lagi serangan fajar, kan habisin dana yang ga sedikit tuh..!!” temen yang pertama penasaran
“golput juga pilihan, kalo misalnya emang ga ada pilihan yang cocok dengan hati kita..??”
“sedangkan kampanye adalah sarana untuk mempengaruhi orang lain, menarik simpati massa agar memilih dia. kalo dia mau mengobral janji silahkan aja, asal nanti ketika terpilih dia harus dapat mempertanggungjawabkan janjinya. kalo ga yaa..berarti dia menipu dan membohongi orang banyak terutama membohongi hati nuraninya sendiri”
“yang tipe beginian waktu pemilu kemaren yaa…ga usah kita pilih lagi nanti. kita-kita juga yang rugi kena tipu ama dia” terang temen yang baru datang seperti jurkam
“trus serangan fajar gimana tuh??” temen yang pertama masih penasaran
“loh kan itu udah jelas, DILARANG!! alias sama aja dengan curang, sama seperti black campaign” kata temen yang baru datang bersemangat
“tapi kan kita ga ngebohongin hati kalo kita emang butuh duit itu!!” temen yang pertama tambah penasaran
ooppss…emang betul sih serangan fajar juga bagian dari proses strategi pemenangan pemilu, tapi caranya ituloh..!! kok ya tetap dipake padahal udah jelas-jelas warisan cara yang salah, curang dan melanggar aturan.
dan emang ga bohong juga kalo kita butuh duit itu, tapi kita menipu diri sendiri dan membohongi pilihan hati kalo kita memilih seseorang atau sebuah partai hanya karena duit itu.
aahh..semoga aja kita semua bisa lebih pintar memilah dan dapat lebih bijak dalam memilih.
walahh…gara-gara banner kok bisa jadi panjang gini ya..??








Maju tak gentar membela yang bayar
wahh sip cakk, ditunggu eksistensinya
dah di beli ma partai tu bang?
pilih dengan hati,
plus otak juga, kali…
@ kishandono : bayar dulu dong hehehe…
@ agusrest : exit aja kali alias kabuurrrr….
@ emulty : apanya yang dibeli?? wong ga ada yang dijual kok hehehehe…
@ mybenjeng : komposisi 99,9% hati – 0,01% otak karena kalo kebanyakan otaknya ntar bisa kram otak hehehehe….
aku milih terus loh pak
kang rofi’i tambah dewasa aja nih..
maju aja kang jd caleg sekalian, hehe..
sy dukung lah!
ambil uangnya, jangan pilih orangnya hehehe
cari banner blogers gresik kehilangan jejak..
do link ok!
Sangat menarik bannernya… saya membacanya begini: hati-hatilah memilih pada vote 2009. Hati-hatinya: bisa begini:
1. sebagai caleg, kalau mau bagi2 duit harus hati2 memiliih siap yang mau dikasih, harus dipastikan ia mau memiliih kita bukan karena duitnya saja.
2. sebgai pemilih, harus hati2 juga karena khawatir kalau ketahuan malu dong setelah dikasih uang serangan fajar tapi cuma duitnya yang diteirma si pemberi gak di pilih…
3. Yang gak mau memlih, juga harus hati2 jangan sampai golputnya ketahuan petinggi partai P*S atau kadernya, karena tidak memiliih itu HARAM HUKUMNYA.
Memilih memang harus sesuai dengan hati nurani…
ya.. harus pandai-pandai memilih…
Salam,
Pak kabar Mas?